Angin Puyuh 25 September 2010

25 September 2010

Pagi yang cerah, insyaAllah hari ini adalah hari ke-6 ku puasa, 3 hari puasa nyaur, 3 hari puasa syawal. Pagi itu ibu juga sudah 6 hari puasa syawal.

Pagi ini langitnya terang, dan pukul 06.40 aku berangkat sekolah bareng ibu ke kantor. Seperti biasa, pelajaran hari sabtu ya itu itu aja, tapi ada yang beda mamen. Hari ini tho, ada ulangan Pak Rani, dan Bu Devi.

Ulangan Pak Rani gilak, susaah beudhz… kalo ulangan Bu Devi okee, bisa diakali, karena: ulangannya Online, pake internet. Secara, bisa di back sih. Hehe, nakal ya? Tapi kan nggak ada larangannya. Nah! Jam terakhir bu ninik dengan tega mengadakan suatu tes dadakan.. dan aku sangat membencinya. Karena dari 3 soal, aku cuma bisa 1 soal! Aku nggak bisa kimia nggak bisa kimia nggak bisa kimia nggak bisa kimia!!!!!!

Menjelang bel berbunyi, buninikkz menyuruh kami untuk segera mengumpulkan benda itu. Dan orang2 seperti aku dan arin (dia duduk di sebelahku waktu itu) yang merasa sangat panik karena tidak bisa apa apa di soal nomor 3. Arin malah nyontek temenku yang laen. Sedangkan aku…… menulis sebisanya walaupun sudah jelas dan sangat terang tidak bisa.

Bel berbunyi!

Minta jemput!

Sholat Dhuhur!

Pulang!

Sampai rumah!

Tiba tiba, di langit yang sangat mendung, ada angin yang sangat kencang. Kencang, kencang sekali. Whuzzz….. aku yang beru mau ke kamar mandi pun langsung mengangkat jemuran. Whuzzz….. whuzzz….whuzzz….. gilak mamen, keren beudz. Aku suka itu, tapi ya tetep wae medeni. Lalu Ibu pulang, dan bercerita bahwa: jalanan sereeem sekali, banyak pohon pohon roboh sehingga ibu harus mencari-cari jalan aman. Seng-seng yang ringkih pada terbang. Dan yang pasti, lampu rumah mati!

Aku mulai dengar tetangga sebelahku menyuruh anggota anggotanya untuk keluar rumah(eh). Aneh tho? Lha wong di dalem rumah itu tempat yang paling aman. Diluar malah tidak aman, terutama bagi mata dan pernafasan. Dan ternyata tidak hanya tetangga sebelahku saja yang keluar rumah. Orang2 di AMPLAZ pun yang notabene lebih elit dari pada tetangga ku mosok do metu. Halaah, piye tho? Lha wong amplaz itu kokoh dan aman untuk perlindungan angin puyuh itu. Dan lagi, orang orang amerika… yang sering dilanda Tornado itu juga kalau ada Tornado ya berlindungnya di dalam rumah mereka, atau di dalam banker-banker bawah tanah. Perlu di catat, bahwa Tornado yang mereka alami itu tornado betulan. Bukan versi mininya yang di jogja. Bahkan ada yang sampai F5, seperti yang dialami kakak ibuku yang pernah tinggal di Oklahoma, US.

Setelah sudah reda,kami berencana ikut bapak ke alun alun ambil susu segar untuk dibuat kefir sama bapak. Di alun alun utara, tempat bapak parkir mobil, dari situ tampak sebuah pohon besar dan tua AMBRUK menimpa kabel listrik yang ada di seberang jalan. Wow, pasti pohon itu sudah terlalu tua, dan dahan dahannya tidak mampu lagi untuk menahan gaya gesek angin itu yang sangat luar biasa.

Setelah beli susu, kami pergi ke Progo. Ke Progo membeli alat pel. Tapi beli pepaya, Kusuka , dan juga gelas imut yang ukurannya jumbo! Lalu setelah itu kami pulang dan mampir ke tempat eyang. Ternyata rumah eyang malah baik baik saja, walaupun atap tengahnya dari seng.

Lalu kami pulang. Ternyata listrik dirumah kami masih saja belum nyala. Dan kami buka dalam keadaan mati lampu. Seru juga, karena gak banyak nyamuk. Lampu baru menyala pukul 8-an. Dan aku langsung nyalain komputer, buat FB an. Eh, tapi baru bentar udah dipake bapak. Terus aku ke kamar dan belajar biologi sampai ketiduran

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: